Salam sukses teman-teman.
Adakah teman-teman yang sudah mengetahui perbedaan antara
SIA dan ERP?
Kalau belum mengetahui, berikut ini jawabannya.
Semoga bermanfaat.. ^_^
I. SIA
§ Pengertian
Sistem Informasi Akuntansi
Berdasarkan
dari berbagai pengertian menurut para ahli, pengertian Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah
suatu kombinasi dari berbagai sumber daya yang dirancang untuk memproses data
akuntansi dan keuangan yang ada dan mengubahnya menjadi informasi yang
dibutuhkan perusahaan untuk pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang
berkepentingan.
§ Fungsi
Penting Sistem Informasi Akuntansi
Sebagai sebuah
sistem informasi, SIA menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi,
yang dimana akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi.
Adapun fungsi
penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
1.
Mengumpulkan dan menyimpan data
tentang aktivitas dan transaksi.
2.
Memproses data menjadi informasi
yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.
Melakukan kontrol secara tepat
terhadap aset organisasi.
§ Subsistem
Sistem Informasi Akuntansi
Subsistem
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terdiri dari 5 sistem, yaitu :
1.
Sistem Pengeluaran (Expenditure
System) : Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan
sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang
ataupun jasa, baik pemasok dari luar maupun dari karyawan didalam perusahaan.
2.
Sistem Pendapatan (Revenue System)
: Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembayaran dari mereka.
3.
Sistem Produksi (Production
System) : Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan
bentuk suatu sumber ekonomi.
4.
Sistem Manajemen Sumber Daya (Resouces
Management System) : Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan
dengan manajemen dan pengendalian sumber daya seperti investasi dan aktiva
tetap (fasilitas).
5.
Sistem Buku Besar dan Laporan
Keuangan (General Ledger and Financial Accounting) : Berhubungan
dengan laporan rekaman keuangan dalam waktu tertentu, misalnya seperti
laba/rugi, arus kas, dll.
§ Tujuan
Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Mulyadi
(2001, pp19-20), sistem informasi memiliki empat tujuan umum dalam
penyusunannya, yaitu :
1.
Untuk menyediakan informasi bagi
pengelolaan kegiatan usaha baru. ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian
maupun struktur informasinya.
2.
Untuk memperbaiki informasi yang
dihasilkan oleh sistem yang sudah.
3.
Untuk memperbaiki pengendalian
akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility)
informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung
jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4.
Untuk mengurangi biaya klerikal
dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Sedangkan
menurut Hall (2001, p18), mengatakan pada dasarnya tujuan disusunnya sistem informasi
akuntasi adalah :
1.
Untuk mendukung fungsi kepengurusan
(stewardship) manajemen.
2.
Untuk mendukung pengambilan
keputusan manajemen.
3.
Untuk mendukung kegiatan operasi
perusahaan hari demi hari.
§ Siklus-Siklus
Pemrosesan Transaksi
Sistem
Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan
siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :
1.
Siklus pendapatan
: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa
ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2.
Siklus pengluaran
: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari
entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3.
Siklus produksi
: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi
barang dan jasa.
4.
Siklus keuangan
: Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peroleh dan manajemen dana-dana
modal, termasuk kas.
§
Peran Akuntan dalam Hubungannya
dengan Sistem Informasi Akuntansi
International
Federation of Accountants (IFAC) menerbitkan sebuah
laporan, pedoman 11, “Teknologi Informasi didalam Kurikulum Akuntansi,” yang
mengidentifikasi beberapa peran dimana akuntan menggunakan teknologi informasi,
diantaranya :
1.
Pengguna
Para akuntan
menggunakan sistem akuntansi untuk semua fungsi yang dibahas sebelumnya
(menyusun laporan eksternal, menangani transaksi rutin, dll).
2.
Manajer
Akuntan
bertanggung jawab mengatur karyawan dan sumber daya untuk membantu suatu
organisasi dalam mencapai tujuannya.
3.
Konsultan
Akuntan yang
sudah berpengalaman dapat menyediakan jasa konsultasi dibanyak bidang, termasuk
sistem informasi, perencanaan keuangan perorangan, akuntansi internasional,
akuntansi lingkungan, dan akuntansi forensik.
4.
Evaluator
Akuntan menyediakan bermacam jasa evaluasi yang berfokus
atau bergantung pada sistem informasi akuntansi. Pada bagian ini, akan dilihat
akuntan sebagai seorang :
A. Auditor Internal
Auditor internal mengevaluasi berbagai unit didalam suatu organisasi
untuk
menentukan apakah unit itu telah mencapai misinya secara efisien dan
efektif.
B. Auditor Eksternal
Perusahaan membayar kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan
keuangan
para
akuntan untuk memenuhi ketentuan hukum dan untuk menambahkan
kredibilitas atas laporan keuangan para akuntan.
C. Penyedia Jasa Assurance (pemberi keyakinan)
lainnya.
Para akuntan memperluas peran mereka
sebagai ava-luator dengan menyediakan
berbagai macam jasa assurance (assurance service).
5.
Penyedia Jasa Akuntansi dan
Perpajakan
Akuntan menggunakan peranti lunak akuntansi guna menyusun
laporan keuangan untuk klien-klien kecil dan peranti lunak perpajakan guna
memberikan jasa perpajakan untuk klien-klien mereka.
II. ERP
·
Pengertian Enterprise Resource
Planning (ERP)
Secara sederhana, Enterprise Resource Planning atau ERP
adalah sistem perangkat lunak (software) yang mengintegrasikan manajemen data
dan informasi dari keseluruhan fungsional perusahaan yang meliputi keunagan,
accounting, produksi, penjualan, pembelian, human resources dan fungsi-fungsi
lainnya. Fungsi-fungsi tersebut terpisah oleh modul-modul perangkat lunak,
namun saling terhubung dengan satu pusat data yang terintegrasi. Dengan
banyaknya fungsionaal yang terlibat di dalamnya, ERP menjadi sistem yang
bersifat enter once, use many ways. Artinya, pengguna hanya menggunakan satu
akses ke dalam sistem dan akan mendapatkan tampilan serta hak akses sesuai
dengan peran dan tanggung jawab (role & responsibilities) yang diberikan
oleh perusahaan.
Untuk mendapat gambaran yang lebih luas mengenai ERP,
berikut adalah beberapa pengertian ERP menurut para ahli.
1.
Menurut Daniel E. O’ Leary dalam
bukunya Enterprise Resource Planning Systems (Systems, Life Cycle, Electronic
Commerce and Risk), ERP adalah paket software powerful yang memungkinkan
perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi yang terpisah.
2.
Menurut James Hall dalam bukunya
Accounting Information Systems (Buku 1, Edisi 13, Halaman 45), ERP adalah model
sistem informasi yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan
mengintegrasikan berbagai proses bisnis utamanya.
3.
Menurut Ellen Monk dan Bret Wagner
dalam bukunya Concept in Enterprise Resource Planning (Third Edition, halaman
1), program ERP adalah core software yang digunakan perusahaan untuk
mengkoordinasi informasi pada setiap area bisnis. Program Erp membantu untuk
mengelola proses bisnis perusahaan secara luas menggunakan satu database dan
satu sistem pelaporan manajemen.
·
Pentingnya ERP
Kebutuhan akan ERP dalam perusahaan muncul dikarenakan
kekurangan dari model sistem informasi tradisional yang bersifat terpisah,
yaitu:
1.
Banyaknya duplikasi atau redudansi
data karena sistem yang dimiliki masing-masing fungsional berbeda dan tidak
terintegrasi.
2.
Pihak manajemen dan strategis
kesulitan mendapatkan informasi yang melibatkan data dari berbagai fungsional
bisnis karena diperlukan proses untuk mengintegrasikan data-data yang ada.
3.
Data yang bersifat terpisah memiliki
resiko tidak valid yang tinggi.
4.
Pengguna yang harus mengakses sistem
dari beberapa fungsional bisnis direpotkan oleh banyaknya akun yang perlu
diingat untuk mengakses masing-masing sistem serta model user interface yang
terkadang berbeda pada masing-masing sistem sehingga perlu dipelajari secara
khusus.
·
Manfaat ERP
Pemanfaatan ERP secara tepat akan memberikan keuntungan dan
nilai lebih bagi perusahaan, antara lain:
1.
Sistem yang terintegrasi akan
memberikan tingkat data valid yang lebih tinggi serta menghilangkan duplikasi
atau redudansi data.
2.
Informasi yang diperlukan perusahaan
dapat diperoleh dengan lebih cepat, bahkan secara real time.
3.
Hanya ada satu portal akses sistem
bagi seluruh pengguna dan menyajikan user interface yang cenderung sama
sehingga pengguna lebih mudah menggunakannya.
4.
Pemanfaatan sistem yang terintegrasi
akan menjadikan proses bisnis lebih cepat dan bersifat paperless karena
dihilangkannya beberapa proses manual yang tidak diperlukan lagi.
5.
Kontrol terhadap keamanan,
ketersediaan dan kehandalan sistem menjadi lebih mudah karena semua sistem yang
digunakan masing-masing fungsional telah terintegrasi.
·
Sistem ERP
Seiring berkembangnya dunia teknologi informasi, sistem ERP
juga semakin maju. Bahkan saat ini, sistem ERP dapat diakses melalui berbagai
perangkat mobile dari luar perusahaan melalui internet, sehingga dapat
dijangkau oleh pengguna kapanpun dan dimanapun mereka berada. Hal ini tentunya
juga diiringi oleh semakin majunya mekanisme keamanan dari sistem tersebut.
Bentuk ERP pada
setiap perusahaan akan berbeda sesuai dengan kebutuhan dan scope dari
perusahaan tersebut. Perusahaan dapat membuat ERP mereka sendiri, melibatkan
developer atau membeli produk ERP yang sudah disediakan oleh beberapa
perusahaan, seperti Oracle, SAP, Microsoft, dan lainnya.
Sumber: